Pages

Selasa, 21 Oktober 2025

Musfirah Rasdin Penerima SATU Indonesia Award 2024 Program Pencegahan Bullying dan Kekerasan terhadap Penyandang Disabilitas

 

Musfirah Rasdin Penerima SATU Indonesia Award 2024
Musfirah Rasdin Penerima SATU Indonesia Award 2024 

Bullying dan kekerasan terhadap penyandang disabilitas merupakan isu serius yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Kondiai ini tidak hanya merugikan korban secara fisik dan psikologi, namun dapat menghambat potensi mereka untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal.

Musfirah Rasdin dari Sulawesi Selatan menggagas program pendidikan yang inovatif dan komprehensif tentang Talkshow dan Pelatihan Pencegahan Bullying dan kekerangan terhadap Penyandang Disabilitas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan para siswa, mahasiswa, guru. Dosen serta masyarakat umum dalam mencegah dan menanggulangi bullying dan kekerasan terhadap penyandang disabilitas.

Program Talkshow ini, lahir dari keprihatinan Musfirah Radin terhadap tingginya angka kasus bullying dan kekerasan yang dialami oleh penyandang disabilits di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai organisasi disabilitas, bahwa penyandang disabilitas memiliki resiko lebih tinggi menjadi korban bullying dan kekerangandibandingkan dengan siswa non disabilitas. Hal ini disebabkan oleh berbagai factor seperti : stigma negatif, kurangnya pemahaman tentang disabilitas serta kerentanan fisik dan psikologis yang mungkin dimiliki oleh penyandang disabilitas.   


Tujuan dan Manfaat Program Talkshow dan Pelatihan Bullying

Program ini memiliki beberapa tujuan utama yaitu :

1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu bullying dan kekerasan terhadap penyandang disabilitas di kalangan siswa, mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat umum.

2. Memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mencegah, mengidentifikasi dan menanggulangi kasus bullying dan kekerasan terhadap penyandang disabilitas.

3. Menciptakan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang insklusif, aman dan ramah bagi penyandang disabilitas.

4. Mendorong partisipasi aktif dari semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bullying dan kekerasan terhadap penyandang disabilitas.

5. Membangun jaringan kerjasama antara sekolah, universitas, organisasi disabilitas, pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan system dukungan yang komprehensif bagi penyandang disabilitas.

Dengan tercapainya tujuan tersebut, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi penyandang disabilitas antara lain, dapat mengurangi angka kasus bullying dan kekerasan, dapat meningkatkan rasa percaya diri dn harga diri penyandang disabilitas, dapat menciptakan lingkungan belajar dan sosial yang lebih positif dan suportif, dapat meningkatkan partisipasi dan prestasi penyandang disabilitas di bidang pendidikan, pekerjaan dan kehidupan sosial, dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahtteraan penyandang disabilitas secara keseluruhan.  


Pelaksanaan Program di Sulawesi Selatan
Pelaksanaan Program di Sulawesi Selatan


Pelaksanaan Program di Sulawesi Selatan

Pelaksanaan program ini melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Sosial Provinsi Sosial Sulawesi Selatan, Organisasi Disabilitas, Sekolah, Universitas dan Media Massa.

Program ini dilaksanakan baik secara luring (tatap muka) maupun daring (online) untuk menjangkau peserta yang lebih luas. Sesi luring biasanya diadakan di aula sekolah atau kampus dengan jumlah peserta yang dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Sesi daring diadakan melalui platform video conference seperti zoom atau google neet dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

Program ini telah mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Banyak sekolah dan universitas yang mulai menerapkan kebijakan program yang mendukung inklusi disabilitas, seperti menyediakan fasilitas yang aksesibel, memberikan pelatihan kepada guru dan dosen tentang disabilitas serta mengadakan kegiatan yang melibatkan penyandang disabilitas

Kesimpulan

Program Talkshow dan Pelatihan Pencegahan Bullying dan Kekerasan terhadap Penyandang Disabilitas yang digagas oleh Musfirah Rasdin merupakan sebuah inisiatif yang sangat penting dan relevan dalam mengatasi permasalahan bullying dan kekerasan yang dialami oleh penyandang disabilitas.

Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan para siswa, mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat umum, namun mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan masyarakat yang inklusif, aman dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Musfiran Rasdin telah mendapatkan Apresiasi SATU Indonesia Award 2024 Bidang Pendidikan dalam Program Talkshow dan Pelatihan Bullying dan Kekerasan terhadap Penyandang Disabilitas ke Sekolah dan Universitas yang akan diadakan baik secara Luring Maupun Daring untuk daerah Sulawesi Selatan

#APA2025-KSB

 

Penulis

Adi Putih


Jumat, 17 Oktober 2025

Rania Reza Pemenang SATU Indonesia Award 2024 Pelopor Loko Rice Retrieval System

 

Rania Reza Pelopor Loko Rice Retrieval System
Rania Reza Pelopor Loko Rice Retrieval System

Di tengah hamparan sawah yang menghijau di Sulawesi Barat, ada seoreang perempuan muda yang bernama Rania Reza sebagai innovator lingkungan yang menginspirasi dengan visi yang jelas. Rania Reza telah mengembangkan program revolusioner bernama “LOKO RICE RETRIEVEL SYSTEM”. System ini bertujuan untuk mengurangi limbah padi dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

 

Sulawesi barat dikenal dengan pertaniannya yang subur, untuk menghadapi tantangan signifikan dalam pengolahan limbah padi. Setelah panen, sejumlah besar jerami padi seringkali dibiarkan membusuk di ladang, sehingga menyebabkan polusi lingkungan dan potensi resiko kesehatan, selain itu dapat mengakibatkan hilangnya sumber daya yang sangat berharga.

 

Menyadari hal ini, Rania Reza memutuskan untuk mengambil tindakan. Dengan dukungan komunitas lokal dan organisasi lingkungan, maka proyek “Loko Rice Retrival System” dimulai, ungkap Rania Reza seorang lulusan Universiatas bidang lingkungan.


Loko Rice Retrieval System merupakan program komprehensif
Loko Rice Retrieval System merupakan program komprehensif



Loko Rice Retrieval System merupakan program komprehensif yang mencakup beberapa tahap utama yaitu :

1.  Pengumpulan Jerami Padi, setelah panen, tim yang terdiri dari sukarelawan lokal dan petani mengumpulkan jerami padi yang tersisa di ladang. Proses ini dilakukan secara manual dengan mesin pertanian sederhana untuk memastikan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.

2.      Pengolahan dan Pemilihan Jerami Padi, jerami padi yang terkumpul, kemudian dibawa ke pusat pengolahan-dibersihkan-dikeringkan-dipilih berdasarkan kualitasnya. Proses ini memastikan bahwa hanya jerami padi berkualitas tinggiyang digunakan untuk tahap selanjutnya.

3.      Pemanfatan Jerami Padi, jerami padi yang telah diolah, kemudian dimanfaatkan untuk :

a)    Pupuk Organik : sebagai jerami padi yang diolah menjadi pupuk organic berkualitas tinggi yang dapay digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

b) Pakan Ternak : jerami padi dapat digunakan juga sebagai pakan ternak yang bergizi, membantu meningkatkan produktivitas peternakan lokal.

c)    Bahan Bakar Alternatif : melalui proses pirolisis. Jerami padi dapat diubah menjadi biochar, bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat digunakan untuk menghasilkan energi

d)  Kerajinan Tangan : jerami padi dapat juga dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi, seperti tas, topi dan hiasan rumah.

4.   Pelatihan dan Pendidikan, selain kegiatan inti, Loko Rice Retrieval System menyelenggarakan program pelatihan dan pendidikan bagi petani lokal tentang praktik pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah padi dan pemanfatan jerami padi.   

Sejak diluncurkan Loko Rice Retrieval System telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan di Sulawesi Barat.

 

Peran Teknologi dalam Pengembangan Loko Rice Retrieval System 

Seiring dengan perkembangan zaman, Rania Reza menyadari pentingnya integrasi teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas Loko Rice Retrieval System. Keberhasilan Loko Rice Retrieval System tidak lepas dari dukungan dan keterlibatan aktif dari komunitas lokal dan pemerinrah daerah. Rania Reza telah berhasil membangun hubungan yang kuat dengan para petani, tokok masyarakat dan pejabat pemerintah daerah.

 

Inovasi dan Dampak Positif Loko Rice Retriever System
Inovasi dan Dampak Positif Loko Rice Retriever System

Inovasi dan dampak positif Loko Rice Retrieval System telah mendapat pengakuan dan pengharaan dari berbagai pihak seperti Apresiasi SATU Indonesia Award 2024 Bidang Lingkungan Pelppor Loko Rice Retrieval System. Dengan pengakuan dan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Rania Reza dan timnya untuk terus mengembangkan dan memperluas dampaknya.

 

Visi Masa Depan 

Rania Reza memiliki visi besar untuk masa depan Loko Rice Retrieval System. Ia berharap program ini dapat menjadi model bagi pengelolaan limbah pertanian berkelanjutan di seluruh Indonesia dan bahkan di negara-negara lain. Dengan visi yang jelas, semangat yang membara dan dukungan dari berbagai pihak, Rania Reza yakin bahwa Loko Rice Retrieval System dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan pertanian dan pelestarian lingkungan di Indonesia.

 

#APA2025-KSB

 

Penulis

Adi Putih

 

Senin, 13 Oktober 2025

Daniel Sedik Penerima SATU Indonesia Award 2024 Bidang Teknologi Untuk Papua Berdaya

Daneil Sedik
Daneil Sedik


Ditengah hingar binger transformasi digital Indonesia. Seringkali terdengar narasi tentang kesenjangan seperti : Infrastuktur, akses dan literasi teknologi yang masih menjadi jurang pemisah Indonesia bagian barat dan timur , terutama wilayah Papua. Dulu, insfrastruktur menuju Papua sangat sulit dijangkau, namum berkat adalah perubahan dari reformasi, akses menuju Papua semakin mudah dijangkau.

Daniel Sedik merupakan sosok pemuda Papua kelahiran Sorong yang memilih untuk membawa pulang ilmu dan mimpinya untuk membangun tanah kelahiran malalui jalur Teknologi. Selain lulusan Informatika dari salah satu Perguruan Tinggi Yogyakarta, Daniel Sedik seorang representasi dari “Tong Juga Bisa” bahwa anak-anakPapua bisa menciptakan dan mengusai teknologi canggih.

Setelah menyelesaikan studinya, Daniel Sedik aktif di berbagai Komunitas Teknologi dan Kewirausahaan, kemudian Daniel Sedik mendidikan sebuah PT. Kasuari Solusi Teknologi, yang bergerak dalam sebuah software house yang berfokus pada solusi IT, dengan satu misi utama yaitu “Memberdayakan Papua melalui Teknologi yang Adiktif dan Relevan dengan kebutuhan local”  

Mengapa Teknologi Menjadi Kunci di Papua Barat?

Dari kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) merupakan bagian dari Papuan Barat yang memiliki tantangan dalam pembangunan, mengapa demikian? Karena pembangunan fisik memang gencar dilakukan, namum dari segi digitalisasi, Papua Barat masih tertinggal. Karena dengan keterbatasan akses internet, minimnya sumber daya manusia (sdm) di bidang IT, dan kurangnya perhatian pada pengembangan system digital yang memadai yang merupakan beberapa isu krusial.

Menurut Daniel Sedik, infrastruktur di wilayahnya tertinggal 5 hingga 10 tahun dibandingkan kota-kota besar di Jawa dan Sumatera merupakan fakta yang harus dihadapi. Namun Daniel melihat, ini bukan sebagai penghalang, melainkan peluang besar.


Daniel Sedik
Daniel Sedik


Program “Pemanfaatan Teknologi untuk Papua Berdaya” tentang menciptakan ekosistem di mana masyarakat local, khususnya anak-anak muda Papua dapat menjadi produsen, bukan hanya pengguna teknologi. Program ini mempunya Tiga Pilar Pemberdataan Visi yaitu :

1. Peningkatan Infrastruktur dan akses lokal yang adaptif yaitu pekerjaan rumah besar pemerintah, dimana Daniel menjadi timnya fokus pada solusi yang mengisi kekosongan. Merka berupaya menyediakan layanan konsultasi IT yang mendukung digitalisasi di tingkat pemerintah daerah dan swasta. Proyek ini membuat system informasi yang dapat menampung keluhan warga dan menautkannya langsung ke pihak yang berwenang, sebagaimana ide yang pernah dia sampaikan.

2. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Lokal Berbasis Skill Digital, fokusnya adalah pembuatan konten media, vlogging dan pengolahan media sosial. Langkah proaktif untuk menjadikan pemuda local sebagai duta digital yang mempromosikan potensi daerah secara menarik  

3. Mengangkat potensi Lokal melalui Platform Digital (Pacific Bliss), di sektor ekonomi, Daniel Sedik berfokus pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung ekonomi rakyat Papua. Daniel menyadari bahwa UMKM lokal yang bergerak di bidang Pariwisata dan Penginapan, seringkali terpinggirkan dari platform-platfoem besar Nasional yang di dominasikan oleh hotel dan bisnis bermodal besar.

Perjuangan Daniel Sedik merupakan cerminan dari filosofi yang lebih dalam. Daniel menyadari bahwa selama ini Papua sering dianggap sebagai end-user atau konsumen teknologi. Daniel ingin membalik narasi, dai ingin menunjukkan bahwa anak-anak Papua memiliki kapasitas dan kreativiyas untuk membuat aplikasi software dan produk teknologi yang canggih dan mampu bersaing. Moto ini mendorongnya untuk terus menuntut pemerintah daerah agar melibatkan putra-putri Papua yang memiliki keahlian di bidang IT.

Penutup : Menuju Papua Digital yang Berdaulat

Kisah Daniel Sedik dengan program “Pemanfaatan Teknologi untuk Papua Berdaya” merupakan sebuah topik modern tentang perjuangan membangun kedaulatan digital dari Timur. Dengan semangat pantang menyerah, Daniel Sedik tidak hanya membangun sebuah perusahaan IT, namun dia sedang membangun jembatan digital yang menghubungkan mimpi generasi muda Papua dengan masa depan Indonesia Emas 2045. Karena itu Daniel Sedik mendapat penghargaan SATU Indonesia Award 2024 bidang Teknologi. Sebagai pengingat bahwa revolusi digital di Indonesia tidak akan lengkap tanpa memberdayakan setiap sudit nusantara, yang dimulai dari tanah Papua Barang, Ungkap Daniel Sedik.

 

#APA2025-KSB

 

Penulis

Adi Putih



Kamis, 09 Oktober 2025

Nuraya Penerima SATU Indonesia Award 2024 Bidang Pendidikan Children Program

 

Anak Anak Maluku "Children Program"
Anak Anak Maluku "Children Program"

Pulau Maluku merupakan serpihan surga yang ditaburi rempah-rempah dan bingkai oleh laut biru, Namun dibalik ke indahan alamnya, tersimpan kisah-kisah perjuangan, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di tengah keterbatasan atau warisa konflik masa lalu. Disinilah hati nurani yang tulus dari seorang wanita yang bernama Nuraya ingin mendedikasikan hidupnya untuk merajut kembali harapan melalui program yang sangat sederhana, namun besar artinya “Children Program”  

Nurani lahir tahun 1970 dan besar di salah satu pulau kecil Saparua Maluku Tengah. Dia bukan berasal dari keluarga berada atau berpendidikan tinggi, ayahnya seorang nelayan, sedangkan ibunya seorang penganyam tikar. Namun dari orang tuanya, Nuraya mewariskan dua hal esensial yaitu : ketabahan ombak yang tak pernah lelah menghantam karang dan kearifan local yang melihat laut bukan sekedar sumber nafkah melainkan sebagai guru kehidupan.

Pendidikan formal Nuraya hanya sebatas tingkat menengah, namum buku-buku lama yang dia temukan di perpustakaan desa daari cerita para tertua kampung adalah universitas sejatinya. Nuraya cepat menyadarinya, jurang antara Maluku dan pulau-pulau besar lainnya bukan hanya tentang jarak geografis, melainkan akses terhadap ilmu pengetahuan dan kesempatan.

Titik Balik Kehidupan Nuraya

Pada masa kelam yang pernah menyelimuti Maluku, Nurasa sebagai dewasa muda, dia menyaksikan langsung bagaimana konflik sosial merenggut masa depan yang telah meninggalkan luka psikologis mendalam, terutama pada anak-anak. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar. Dipaksa untuk menghadapi trauma, perpecahan dan kehilangan.

Di tengah puing-puing itulah, Nuraya membuat sebuah janji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak ingin ada lagi generasi Maluku yang kehilangan masa depannya karena warisan masa lau. Nuraya melihat bahwa pendidikan adalah vaksin terbaik melawan kebencian dan kebodohan, dan kasih saya adlah obat untuk menyembuhkan luka batin. Setelah masa pemulihan, alih-alih merantau ke kota besar. Nuraya memilih untuk menetap. Dia memulai pergerakannya secara informal, mengumpulkan anak-anak tetangga di teras rumahnya untuk sekedar membaca, bernyanyi dan mendengarkan cerita.


Anak-anak Maluku "Children Program"
Anak-anak Maluku "Children Program"


Inilah asal mulanya “Children Program” mulai dari tekad yang membaja dan tikar yang digelas di bawah pohon rindang serta pengalaman yang keras dan cintanya pada budaya Maluku membuat Nuraya menjadi sosok yang empati, tegas, namun sangat hangat menjadikan figure sentral yang sangat dihormati di komutasnya.

“Children Program” yang digagas oleh Nuraya bukan hanya sekedar bimbingan belajar tambahan, namun program ini adalah ekosistem pendidikan holistic yang di rancang khusus untuk konteks Maluku yang menggabungkan nilai-nilai lokal dengan tuntutan zaman modern dengan metode tiga pilar.

Pilar Pertama : Pendidikan Kritis dan Kreatif

Progran Nuraya pada ”Children Program” berfokus pada literasi fungsional, kecintaan membaca dan berfikir kritis. Dia menggunakan metode yang sangat menyenangkan. Anak-anak diajak berbicara tentang pengalaman mereka, menulis surat untuk pemimpin daerah dan berhitung menggunakan hasil tangkapan laut atau hasil kebun. Yang paling penting, program ini memiliki sesi kelas damai. Di sesi ini, anak-anak dari latar belakang agama atau suku berbeda didorong untuk bekerja sama dalam proyek seni atau permainan tradisional.

Pilar kedua : Konservasi Bahari dan Identitas

Maluku merupakan rumah lautan yang kaya, karena itu Nuraya memahami bahwa mencintai Maluku berarti mencintai lautnya. Kurikulum yang dai gunakan menyertakan materi tentang konservasi lingkungan, khususnya ekosistem laut.

Anak-anak secara rutin diajak ke pantai untuk belajar tentang mangrove, cara membuang sampah yang benar, dan pentingnya menjaga terambu karang. Mereka tidak hanya diajari, namun tetap dilibatkan seperti menanam bibit mangrove, membersihkan pantai, dan mendokumentasikan keindahan alam mereka, agar dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung dan tanggung jawab terhadap identitas mereka sebagai anak-anak pulau.

Pilar ketiga : Pemberdayaan Seni dan Budaya

Untuk menyembuhkan trauma masa lau, Nuraya menggunakan kekuatan seni dan budaya, seperti buka Kelas Tari Tradisional, Permainan alat musik tifa, dan cerita rakyat menjadi agenda wajib. Dengan malalui tarian dan lagu, anak-anak tidak hanya melestarikan budaya, namun dapat menyalurkan emosi dan energy negative menjadi karya yang positif dan indah.


Anak Anak Maluku "Children Program"
Anak Anak Maluku "Children Program"


Program ini berhasil menarik perhatian beberapa sukarelawan muda, baik dari universitas local maupun perantau yang pulang kampung. Mereka membantu Nuraya mengembangkan modul pembelajaran, membuat program ini semakin terstruktur, dan memperluas jangkauan ke desa-desa tetangga.

Kini, Nuraya telah berhasil menciptakan ruang aman yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak Maluku, dimana ruang tersebut mereka boleh bertanya tanpa takut, boleh berbeda tanpa terancam, dan boleh bermimpi tanpa batas. Semangat “Satu Rasa, Satu Hatu” kini bukan sekedar slogan, malinkan praktik sehari hari.

Kisah Nuraya sebagai pengingat bagi kita semua, bahwa untuk mengubah dunia, kita tidak selalu membutuhkan sumber daya yang besar, namun hati yang tulus dan visi yang jelas. Nuraya telah membuktikan, bahwa ditengah tantangan, kesabaran dan ketenangan yang dia tularkan kepada anak-anak merupakan modal paling berharga untuk membangun masa depan Maluku yang damai dan cerdas. Dengan pencapaian ini Nuraya telah mendapat penghargaan SATU Indonesia Award 2024 dalam bidang Pendidkan “Children Program”

#APA2025-KSB

 

Penulis 

Adi Putih